Aceh, Sejarah Ungkapan Hana Peng Hana Inong

aceh

Hana peng hana inong - Assalamu'alaikum teman-teman. Teman-teman dari Aceh mesti sudah tidak asing lagi dengan kalimat "Hana Peng, Hana Inong" (Tidak ada uang, Tidak ada perempuan). Dari anak SD sampai yang sudah berusia lanjut mesti sudah pernah mendengar kalimat tersebut. Yang jadi pertanyaannya. Siapakah orang pertama yang mengungkapkan kalimat ini ? Apa alasan pencetus mengungkapkan kalimat tersebut ?

Saya sendiri tidak tahu pasti akan jawabannya. Mungkin saja kalimat itu tersebarluaskan sebelum saya lahir. Yang pastinya tidak menjadi permasalahan kapan kalimat itu mulai terkenal. Tapi selalu muncul dibenak saya sebagai perempuan, apa maksud orang yang pertama kali mengungkapkan kalimat ini ?

Ada begitu banyak jawaban yang muncul dari pertanyaan saya sendiri. Diantaranya :

1. Apakah karena perempuan terlalu memikirkan uang ?
2. Untuk meminang anak gadis orang, perlu banyak persiapan materi.
3. Dan masih banyak kemungkinan alasan dari pencetusan kalimat ini.

Yang pasti saya sebagai perempuan tidak terlalu menyukai dengan alasan yang nomor 1. Alasan nomor 2 lebih enak didengar dan dicerna pikiran :D. Alasan nomor 2 sangat bisa dicerna dengan logika. Bisa jadi pembaca laki-laki berbeda pendapat :) , itu hak anda. Kalau anda setuju dengan nomor 1 pun tidak masalah. Alasan anda sangat wajar karena banyak wanita sekarang yang terlalu memikirkan harta. Apakah si perempuan salah ?

Poin pertama
Tergantung dari si perempuannya. Jika seorang perempuan menjadikan harta sebagai suatu pedoman diantara banyak pedoman lainnya dalam memilih suami. Dalam hal ini perempuan tidak bisa disalahkan, karena semuanya juga tahu untuk kedamaian hidup berkeluarga, kebutuhan materi adalah suatu kebutuhan yang harus terpenuhi.

Poin kedua
Tapi jika suatu perempuan terlalu memikirkan uang dalam pencarian pacar, itu sih tidak masalah anda menilainya super matre. Karena pacaran sendiri sudah menjadi suatu perbuatan yang tidak ada mamfaatnya, bahkan sering menjeremus kedalam kemaksiatan.

Kembali lagi dengan alasan kedua yang menjadi pilihan saya tadi :). Sipencetus kalimat ini menjadikan kalimat itu sebagai motivasi untuk terus berusaha dalam hal mencukupi materi. Karena dia sadar, dalam proses pernikahan sungguh banyak uang yang diperlukan untuk mencukupi segala hal. Diantaranya :

1. Mahar

Sebagai laki-laki yang mengidamkan cewek Aceh, sungguh nomor 1 ini menjadi alasan utama untuk terus berusaha menyiapkan materi. Karena mahar untuk perempuan Aceh sudah pada maklum dengan ciri khasnya :v . Untuk lebih jelasnya anda lihat gambar dibawah.

mahar untuk perempuan Aceh

Apakah gambar diatas sesuai dengan aslinya ? Saya tidak tahu pasti, karena gambar tersebut saya ambil dari google.

2. Pesta pernikahan

Pesta pernikahan juga sangat menguras isi dompet :D . Memang sih mengadakan pesta pernikahan tidak harus meriah. Bahkan jika anda tidak ingin mengadakannya, itupun tidak masalah. Tapi ini moment seumur hidup sekali ( kecuali jika anda ingin menikah lebih dari 1 ).

3. Persiapan untuk tempat tinggal

tempat tinggal sama istri

Memang banyak sih pengantin yang tinggal dirumah mertuanya. Tapi apakah kita akan nyaman tinggal dirumah mertua terus. Bahkan jika kita tinggal dirumah mertua untuk sementara, kita juga harus menyiapkan uang, agar suatu saat mudah dalam proses perpindahan.

4. Persiapan untuk kelahiran si buah hati

persiapan buah hati

Memang sih sibuah hati akan lahir dalam jangka waktu lama setelah pernikahan. Tapi sebagai orangtua yang ingin sibuah hatinya sehat, kita harus ada tabungan untuk proses kelahiran sibuah hati dan hal lainnya dalam mencukupi kebutuhan si bayi.

5. Kendaraan sebagai transportasi

Ini memang tidak terlalu diperlukan, tapi apakah kita akan terus memakai kendaraan dari orangtua kita. Masak sudah berkeluarga masih menggunakan hasil pemberian orangtua. Seharusnya kita yang gantian merawat mereka.

5 poin diatas cuma hal pokok yang saya sebutkan dari begitu banyak keperluan dalam berkeluarga. Mungkin itulah alasan orang sering mengungkapkan kalimat "Hana peng, Hana inong". Bisa jadi itu juga yang menjadi alasan si pencetus kalimat tersebut.

Memang sih dengan modal nomor 1 aja kita sudah bisa meminang anak orang. Banyak yang bilang jangan terlalu memikirkan kedepan. Yang penting menikah aja dulu, nanti rezeki bakalan datang sendiri. Tapi apakah salahnya jika kita ingin kebahagiaan & kedamaian dalam berkeluarga, kita berusaha untuk menyiapkan lima poin diatas. Masalah tercapai atau gak, itu urusan belakang :)

BERBAGI ITU INDAH

Dapatkan Update Artikel Terbaru langsung ke Email Kamu

ARTIKEL TERKAIT

Previous
Next Post »